Posted by : Unknown
Sabtu, 21 November 2015
Penulis : Mimosa Hana
Penerbit : De Teens
Tahun Terbit : 2013
Halaman : 196 hal
Isbn : 978-602-279-002-0
Novel ini berkisah tentang seorang cowok bernama Chikusa yang
mengalami mati suri karena operasi tumor otak yang dijalaninya. Cowok
yang kemudian dipertemukan dengan Shiro, sosok bertudung putih yang
berasal dari dimensi lain ini bahkan awalnya menganggap kalau dirinya
telah mati. Namun, sosok Shiro—yang mengaku diutus untuk mengawal
Chikusa selama berada di dimensi lain—meyakinkan Chikusa kalau
sebenarnya cowok itu berada di dimensi lain karena keinginan dan
keyakinannya sendiri.
Setelah pertemuan Chikusa dengan Shiro, sosok bertudung putih
tersebut lalu memutarkan beberapa rekaman kehidupan yang pernah
dialami Chikusa sebelum ia menjalani operasi. Satu per satu rekaman
diputar, sampai akhirnya Chikusa menyadari satu hal tentang cintanya
pada adik tirinya yang bernama Tateha.
Rekaman pertama yang diputar oleh Shiro memperlihatkan kejadian saat
Chikusa menjalani operasi. Setelahnya, tampak kejadian masa kecil
Chikusa saat ia baru pindah di sekolah barunya. Selain itu, tampak
juga kalau awalnya Chikusa begitu membenci adik tirinya itu. Ia sama
sekali tidak menginginkan mempunyai adik dari ibu lain yang kini
menjadi ibunya. Sampai kemudian Chikusa melihat sebuah rekaman yang
membuat ia sedikit bingung akan hubungannya dengan Tateha. Ditambah
lagi munculnya sebuah gambar yang menunjukkan kalau Tateha ternyata
sedang menjalin kedekatan dengan Hikaru-senpai—salah satu seniornya
di Universitas.
@@@
Done! Selesai juga baca novel ini. Kalian tahu, sebenarnya saya
nggak ada niatan untuk membeli novel ini. Tapi, saat jalan-jalan ke
mall, tanpa sengaja saya melihat ada bazar buku di Gramedia.
Iseng-iseng aja deh saya buat lihat-lihat buku murah. Sampai kemudian
tanpa sengaja juga saya melihat novel ini. Yah, selain karena ini
novel genre Jepang, harganya pun juga pas di kantong hehe. Jadilah
saya beli novel karangan Mimosa Hana ini dan satu novel teenlit
lainnya.Oh ya, ini juga merupakan Naskah Terbaik #LombaNovelJepang 2013 yang beberapa novel lainnya juga sudah saya ulas sebelumnya.
Pas awal baca ceritanya, jujur saja saya udah langsung suka dan
penasaran sama kelanjutan dan jalan ceritanya. Gaya bahasanya yang
lancar, dan plot cerita yang rapi bakalan bikin kalian nggak rela
untuk meletakkan novel ini sebelum akhir. Selain itu, meski di sini
penulis menggunakan alur flash back di setiap bab-nya, itu sama
sekali nggak akan membuat pembaca jadi bingung. Karena menurut saya
penulis cukup berhasil menyelipkan setiap clue di tiap akhir bab-nya.
Di samping itu, membaca novel ini benar-benar terasa sekali
Jepangnya. Di sini, kita bisa belajar lebih banyak lagi tentang
istilah-istilah dan kebudayaan Jepang yang sebelumnya mungkin belum
kita ketahui. Yaah, seperti saya ini. Membaca novel ini saya jadi
lebih tahu tentang perbedaan partikel “san” dan “han” dalam
penggunaannya. Selain itu, beberapa nama jalan dan juga beberapa
pertokoan yang ada pun juga disebutkan dengan detail sekali. Intinya,
novel ini cukuplah dijadikan acuan buat kalian yang masih awam
tentang Jepang—tentunya juga diselingi dengan browsing agar
informasi yang didapatkan juga lebih akurat.
Oh ya, tapi ada bagian cerita yang sepertinya membuat saya masih
bingung. Tentang Tateha yang kemudian menjalin hubungan dengan
Hikaru-senpai. Sumpah! Yang ini saya masih gagal paham *dasar otak
lemot :3 di dalam video yang diputar Shiro, Chikusa seakan baru
menyadari kalau ternyata dia dan Tateha telah berpacaran—saya pun
di sini juga jadi terkejut. Namun, ketika dia sadar, ternyata Tateha
telah menjalin hubungan dengan Hikaru. Huuaaaa ... barangkali ini
efek gagal fokus yang sering menyerang diri saya hahah. Pokoknya ada
beberapa adegan yang nggak disebutkan di sini sebab akibatnya, yang
kemudian membuat saya harus rela membolak-balik kembali halaman untuk
mencari tahu jawabannya hikzz.
But, over all, cerita ini sudah sangat bagus menurut saya sebagai
pembaca. Saya suka. Mengingat ini adalah debut pertama penulis di
dunia literasi. Cukup mengagumkan dan keren karena berhasil
memenangkan lomba ini.