Posted by : Unknown
Sabtu, 06 Juni 2015
Judul :
3 Koplak Mencari Cinta
Penulis :
Haris Firmansyah
Penerbit :
Wahyu Qalbu
Halaman :
274 halaman
Tahun terbit :
2014
Isbn :
979-795-946-5
Blurb:
Kalo demi ngedapetin cewek, elo ditantang suruh nyikatin
gigi buaya tiap hari, mau nggak? Orang normal pasti bilang, “TIDAAAK!!” Tapi
buat 3 KOPLAK, jawabannya, “KENAPA TIDAAAK??” Yang penting bisa melepas status
JOMBLO AKUT yang melekat pada mereka.
Tiga sahabat; Ardan, Ibam, dan Pasai sedang dalam misi
mencari cinta sejati. Ardan, LEBAY dan LABIL; Ibam, PEMUDA BER-IQ JONGKOK dan
OVER PEDE; dan Pasai, SANG PENCERAH JALAN KESESATAN. Ketiganya bersaing
ngelepas status jomblo. Celakanya, mereka mengincar cewek yang SAMA. Hadeuuh...
*Nepuk jidat!!
Belum beres masalah persaingan cinta, eh datang masalah
baru. Mereka punya wali kelas baru yang STRICT dan udah bikin daftar siswa
“BANDEL” yang terancam bakal nggak naik kelas. Lalu, gimana nasib 3 koplak
selanjutnya? Gimana dengan persahabatan mereka? Apakah mereka akan naik kelas?
Gimana pula dengan masa depan kejombloan mereka? BURUAN BACA DEH!!
***
Novel ini mengisahkan tentang 3
murid SMA yang sibuk mencari cinta. Mereka adalah Ardhan, Ibam, dan Pasai, yang
bersekolah di salah satu SMK di Cilegon. Mereka pun juga tergabung di salah
satu kelas yang sama, yaitu 1 listrik 1. Kelas itu juga yang sudah membuat para
guru kelimpungan menghadapi ulah mereka. Secara di sana banyak sekali murid
nakal bin nggak jelas yang kerjaannya cuma bikin rusuh. Mulai dari ketua kelas
Sofan, yang merupakan anak dari guru BP di sekolah mereka. Kerjaannya hanya
cari muka di depan para guru. Apalagi dia juga suka mengadukan kebiasaan
teman-temannya yang suka bolos pada sang ayah. Niatnya supaya ia dapat pujian
dari guru-guru. Ada lagi Tama dan Tunggal yang kerjaannya suka nguntit
barang-barang milik teman-teman mereka. Alasannya sih karena keduanya lebih
membutuhkan daripada mereka yang terkena korban kuntitan mereka. Selain itu
masih banyak deretan nama-nama yang sudah masuk daftar murid pembangkang oleh
guru-guru.
Namun, kenakalan mereka tak
berlangsung lama sejak kedatangan guru agama pengganti di sekolah mereka. Guru
tersebut juga menjadi wali kelas di kelas 1 listrik 1. Tidak seperti guru
lainnya yang memilih mundur dari pertarungan dalam menghadapi kelakuan kelas 1
listrik 1. Pak Nuh—guru baru tersebut—justeru tertantang untuk menaklukkan
mereka. Salah satunya adalah dengan menyuruh murid-murid untuk membuat diary
amal. Diary itulah yang nantinya bakal menentukan mereka akan naik kelas atau
tidak.
Di samping itu, novel ini
menyuguhkan cerita tentang petualangan 3 koplak untuk mencari cinta. Ardhan,
Ibam, dan Pasai bingung karena sampai saat ini gelar jomblo masih melekat dalam
diri mereka. Namun, permasalahan semakin
seru ketika cewek yang mereka sukai adalah orang yang sama, Aida. Cewek
berjiilbab yang menjadi salah satu anggota PMR di sekolah itu memang salah satu
cewek yang paling banyak diincar oleh cowok-cowok di sekolah itu. Akhirnya,
untuk mendapatkan hati Aida, mereka rela melakukan hal-hal aneh dan lucu hanya
untuk menarik perhatian cewek itu.
***
Over all, saya suka dengan novel ini. Meski sebenarnya novel
komedi bukanlah bacaan yang cukup menarik minat saya. Tapi, saya cukup
menikmatinya. Bahasanya yang lancar dan mengalir membuat pembaca tidak mudah
bosan dengan cerita yang disuguhkan. Novel dengan tebal 274 halaman ini tak
sekadar menyuguhkan cerita anak sekolah zaman sekarang. Banyak sekali pesan
moral yang diberikan di dalamnya. Apalagi ini jenis novel komedi-religi, tapi
hal tersebut sama sekali tidak membuat bacaan terkesan berat. Pesan moral yang
disuguhkan pun juga sama sekali tidak terkesan
menggurui. Semuanya dialirkan secara natural lewat dialog para tokoh.
“Umar bin Khattab mengatakan: Hasibu anfusakum qabla
anthasabu. Yang artinya; hisablah dirimu sendiri sebelum kamu dihisab di
hadapan ALLAH SWT.” (3 KMC hal 142)
“Kejujuran adalah obat untuk sifat munafik ini. Rasulullah
SAW menegaskan umatnya untuk selalu mengedepankan kejujuran.” (3 KMC hal 153)
“Tidak ada yang menjamin kalau kalian akan panjang umur,
‘kan?tapi, kenapa kalian bisa percaya diri akan hidup sampai besok pagi?” (3
KMC hal 202)
Intinya, banyak sekali pelajaran
yang bisa kita ambil setelah membaca novel ini. Semua intrik dan tragedi (halah!)
yang ada di dalamnya dikupas menjadi satu setajam silet. Eh!
Tapi segala sesuatu pasti tak ada
yang sempurna, sama halnya dengan novel ini. Dengan judul “3 KMC”, saya pikir
ini ceritanya bakal seperti trio-trio yang ada di sinetron di tipi itu. Tapi,
sepertinya dalam novel ini kisahnya lebih menonjolkan Ardhan dan Ibam saja,
minus Pasai. Padahal si Pasai juga masuk dalam “3 KMC”. Barangkali saat ini si
Pasai juga lagi nangis di pojokan gegara perannya dalam novel ini kurang
maksimal. *Lol
Mungkin, segitu aja corat-coret
gak penting dari saya. Semoga nantinya “3 KMC” segera mendapatkan jodoh di
dunia nyata mereka. Amiiinn. Oya, sebelum mengakhiri sesi cuap-cuap, seperti biasa akan saya sertakan foto narsis bareng novel "3 KMC".
Wah, makasih ya Kiroro Tasuke. Semoga 3 koplak dipercaya dapat sekuel. Nanti peran Pasai diperbanyak deh. :D
BalasHapusNah, itu sempet beredar di pikiran aku, Kak :D siapa tahu aja bikin sekuelnya ampek nikah, gitu #plak
BalasHapus