Posted by : Unknown
Selasa, 18 Agustus 2015
Judul
: Labirin Sang Penyihir
Penulis : Maya
Lestari GF
Penerbit : Kakilangit
Kencana
Tahun terbit : April 2015
Halaman : 242 halaman
ISBN : 978-602-8556-545
Burb:
Mereka kira itu hanyalah labirin biasa...
Ternyata, itu adalah perangkap si penyihir untuk menjebak semua anak yang
masuk ke dalamnya. Kini, mereka semua memecahkan teka-teki untuk mencari jalan
ke luar. Namun itu tidaklah mudah. Sebab, sang penyihir selalu mengintai dan
lorong buntu labirin siap memenjarakan mereka selamanya.
***
Novel ini berkisah tentang sekumpulan anak-anak kecil, berusia mulai dari 5
tahun sampai kisaran 15 tahun, yang terjebak dalam sebuah labirin buatan sang
penyihir. Awalnya, anak-anak tersebut tergoda oleh beberapa hadiah mainan yang
ditawarkan ketika mereka mau memasuki labirin yang terdapat di salah satu pasar
malam. Padahal kenyataannya hadiah tersebut tidaklah benar-benar ada. Itu hanya
sebuah trik dari pemandu—yang sebenarnya seorang penyihir—untuk menarik minat
anak-anak.
Lalu, kisah mulai tampak ketika Attar seorang anak laki-laki turut terjebak
dalam jebakan labirin si penyihir. Di sini, pengaruh Attar sangatlah kuat. Dia
menjadi harapan berikutnya bagi anak-anak lain yang sudah lebih dulu terjebak
dalam labirin. Ketika dia sadar dari pingsannya, seorang anak perempuan bernama
Mandira memberinya sebuah buntalan yang berisi tentang pertanyaan teka-teki
yang harus dijawabnya, juga sebuah kamus yang dapat membantu untuk mencari
jawaban dari setiap pertanyaan.
Banyak sekali kejadian yang dialami oleh Attar dkk. Setiap kali dia bisa
menjawab pertanyaan, maka jawaban tersebut akan muncul dan terjadi saat itu
juga. Mereka pun berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menjawab seluruh
pertanyaan agar bisa segera keluar dari labirin. Setiap anak yang diserahi
tanggung jawab hanya mempunyai kesempatan 3 kali untuk melakukan kesalahan. Dan
jika itu terjadi, maka akan digantikan anak-anak lain yang baru masuk—di mana
hal itu terjadi jika ada korban baru. Tapi, jika tidak, maka mereka akan
terkurung selamanya di sana.
Kira-kira, apakah Attar dkk bisa selamat dari labirin? Buruan jemput
novelnya di tobuk, ya :D
***
Akhirnya, kelar juga nyelesaiin baca novel ini. Maaf, ya, buat Kak Maya
yang sudah menunggu lama. Padahal udah dapat novel ini dari sekitar dua bulan
lalu. #Plak! Jujur saja, saya bukanlah penikmat novel genre fantasy. Meski saya
cukup suka menonton Harry Potter, tapi tidak berarti saya suka membaca buku
dengan genre tersebut. Barangkali, film fantasy yang pernah saya tonton
hanyalah Harry Potter dan The Island. Selebihnya saya agak lupa-lupa ingat hihi
....
Dalam novel ini, saya cukup mampu untuk bisa mengikuti gambaran dari
kejadian yang ada. Setiap kali narasi dalam cerita ini bergulir, imajinasi
dalam kepala saya ikut-ikutan berpetualang. Apalagi setiap pertanyaan mempunyai
beberapa jawaban yang hampir sama. Barangkali jika dalam sebuah ujian untuk
soal esai, jawaban dalam kamus gema di novel ini bisa jadi benar semua. Namun
dalam novel ini, tokoh harus bisa menjawab dengan tepat dan akurat. Terkadang
saya jadi bertanya-tanya, kok bisa ya Kak Maya membuat pertanyaan dan jawaban
yang diramu menjadi lebih rumit begini? Bahkan, sebelum saya membaca jawaban
yang ada, pikiran saya pun juga turut diajak berpikir untuk menemukan
jawabannya. Tapi, rasanya saya gagal untuk ikutan menjawab teka-teki itu. Kalau
saja saya terlempar ke dalam labirin, sepertinya saya tidak akan berhasil keluar
dari sana. *halah!
-
“Ia bercahaya. Kadang
sembunyi, kadang muncul. Kadang terang, kadang juga gelap. Kadang menerangi,
kadang tak mampu memberi cahaya apapun. Terangnya muncul perlahan, dan padam
perlahan. Masa terangnya tidak terlalu lama, begitu juga padamnya.” (LSP hal.
18)
-
“Kuat, dingin, punya
suara menderu, dan tak terkalahkan.” (LSP hal. 68)
-
“Ada api dalam
perutnya ....” (LSP hal 189)
Itu adalah beberapa pertanyaan yang ada dalam novel ini. Ada yang bisa
menjawab? Hehe.
Namun, jika saya tidak salah, di
sini kurang dijelaskan secara detail tentang dari mana saja anak-anak yang terjebak
dalam labirin itu. Karena di sini dikatakan kalau labirin ini sudah berkeliling
dunia—saya lupa ada di halaman berapa huhuu. Mungkin, hanya ada beberapa.
Secara keseluruhan saya cukup suka dengan novel ini. Tidak ada satu halaman pun
yang terlewat untuk saya baca. Karena sesuai kebiasaan, kalau sebuah novel
kurang menarik minat untuk dibaca, saya pasti akan bermetamorfosa menjadi
kanguru untuk sesaat hahah. Oya, saya sangat suka sama covernya yang lumayan
tebal dengan motif judul yang dibuat timbul.
Sekian sedikit corat-coret dari saya. Buat yang ngaku pecinta fantasy,
buruan beli novelnya, ya! Dijamin nggak bakalan nyesel ^_^