Posted by : Unknown
Jumat, 20 November 2015
Penerbit : Ping!!!
Tahun : 2013
Tebal : 172 hal
Isbn : 978-602-255-170-6
Hai, hai ... belakangan ini saya lagi pengin baca novel dengan latar
belakang Jepang. Yah, setidaknya bisa buat saya belajar juga
bagaimana membuat novel Jepang yang baik ^_^ secara saya lagi pengin
memantapkan hati untuk fokus pada penulisan novel dengan genre
Jepang. Niatnya biar saya juga punya ciri khas tersendiri sebagai
penulis Jepang :D
Oh ya, kebetulan dapat novel ini dari bazar buku dalam acara book
fair yang sering diadakan di kota saya—Malang. Emang udah niat sih
dari awal kalau pengin beli novel Jepang. Dan, kebetulan juga kedua
mata saya ini langsung menangkap sosok novel terbitan lini Diva
Press. Akhirnya dapat lah saya dua novel lama hasil dari Naskah
Terbaik #LombaNovelJepang 2013.
Novel ini berkisah tentang dua remaja sekolah dari dua keluarga
berbeda yang dibesarkan di rumah yang sama. Honoka Fujiwara, gadis
yang diasuh oleh keluarga Fujiwara setelah sang nenek meninggal. Ia
diasuh oleh sahabat kedua orangtuanya yang juga sudah meninggal. Di
sana, Honoka mempunyai saudara tiri laki-laki bernama Fujiwara
Junichi. Pemuda itulah yang telah berjanji akan menjaga dan
menyayangi Honoka semenjak gadis itu menginjakkan kaki di rumahnya.
Namun, yang Junichi rasakan bukanlah rasa sayang pada seorang adik,
melainkan sebagai seorang laki-laki pada gadis yang dicintainya.
Konflik semakin berjalan ketika mereka berdua harus pindah rumah
sekaligus sekolah di kota lain. Di sekolah barunya itulah kehidupan
mereka mulai berubah. Honoka yang semenjak tinggal bersama keluarga
Fujiwara menjadi sosok lebih pendiam dan menyendiri, akhirnya
lama-lama bisa membiasakan diri dengan situasi yang ada. Apalagi
semenjak kehadiran dua orang laki-laki yang sempat mengacaukan
pikirannya tentang perasaannya sendiri—Nakamura Jin dan Sugiura
Shato.
@@@
Menurut saya novel ini sangat ringan untuk bacaan remaja yang biasa
menonton dorama Jepang. Di sini penulis juga selalu menyuguhkan
kejutan kecil di setiap akhir pergantian plotnya. Selain itu
pengemasan konflik di antara Honoka dan Junichi juga cukup ringan,
jadi tidak akan membuat pembaca mengerutkan dahi. Namanya juga novel
Jepang, sudah pasti kita akan menemukan kata asing di dalamnya.
Layaknya ucapan selamat pagi, pengenalan diri dll semuanya penulis
tuangkan di sini.
Tapi, ada beberapa hal juga yang membuat novel ini kurang—menurut
saya. Perasaan Honoka terhadap Nakamura Jin kesannya kayak php
banget, ya hehe. Dari awal Honoka masuk sekolah, seakan-akan gadis
itu udah tertarik banget sama Jin. Yah ... meski awalnya Honoka
tampak tidak suka dengan sikap Jin yang kasar, tapi tetap saja, di
mana-mana kayaknya benci selalu jadi cinta, kan? Dan, saya pikir di
sini Honoka akan jadian dengan Jin, lho. Ternyata, oh ternyata, saya
salah kaprah. Selain itu, kematian Sugiura Shato sepertinya terlalu
mendadak banget hikz... hikz... meskipun yang terjadi padanya adalah
kecelakaan. Lalu, apakah sebenarnya Honoka itu memiliki perasaan pada
Sugiura Shato? Karena kalau dipikir-pikir, Honoka lumayan perhatian
sama Shato. Ditambah lagi Shato mengalami kecelakaan setelah
mengungkapkan perasaannya pada Honoka.
“Hajimete
atta toki kara kimi ga suki da, Honoka”--Sugiura Shato
[Aku menyukaimu sejak pertama kali
bertemu] hal 100
Nah, kalimat itu cukup membuat saya penasaran juga. Kira-kira apa
yang menyebabkan Shato menyukai Honoka? Apakah sebelum pindah
sekolah, Shato sudah pernah mengenal Honoka? Ah, yang ini rasanya
tidak, ya. Tapi, sikap Shato di awal ketika pertama bertemu Honoka
sama sekali tidak mengindikasikan kalau pemuda itu menyukainya. Atau
mungkin Shato hanya ingin menutupi perasaannya saja, mengingat Shato
juga termasuk lelaki pendiam dan penyendiri—meski tampan.
Ya sudah, cukup sekian saja cuap-cuap nggak penting dari saya.
Sekali lagi, bagaimanapun ini adalah penilaian objektif dari saya
sebagai pembaca. Buat penulis, terus semangat, ya! Meski ada beberapa
cerita di atas yang buat saya bertanya-tanya, tapi saya tetap
menikmati membaca novel ini sampai akhir, kok ^_^ ganbatte!