Posted by : Unknown Senin, 24 Agustus 2015


Judul                   : Summit
Penulis                : Peringga Ancala
Penerbit              : Ice Cube Publisher
Tahun terbit        : Mei 2015
Halaman             :193 halaman
ISBN                 : 978-979-91-0871-5

Blurb:
“Gue mau mendaki Rinjani. Seperti yang lo tahu, gue udah tertipu habis-habisan. Jadi, gue butuh pemandu dan—“
“Mendaki? Kau tidak salah? Mendaki sampa puncak Mahabiru?”
“Degar, ya, gue ini punya misi penting. Lo nggak perlu tahu alasannya, yang pasti gue harus mendaki Rinjani. Terserah lo mau bilang apa!”
Dan misimu itu lebih penting dari nyawamu?”
***
“Jangan bunuh apapun kecuali waktu, jangan ambil apapun kecuali foto, dan jangan tinggalkan apapun kecuali jejak. Salam lestari!”

Kalian tahu, itu adalah quote pertama yang diselipkan penulis sebelum masuk halaman pertama cerita “Summit”. Dan ... quote-nya benar-benar pecinta alam sejati!--menurut saya *sok tahu banget, ya hahah
 

Idan, mahasiswa dari kota yang tiba-tiba saja memutuskan untuk mendaki Rinjani demi sebuah ego dan harga diri. Hal itu disebabkan karena Yona—mantan pacarnya—lebih memilih meninggalkannya dan berpacaran dengan salah satu anggota mapala. Idan juga ingin membuktikan kalau dia bisa mendaki lebih dari pacar barunya itu—namanya Tian. Namun, tak disangka ternyata cowok itu terkena tipu akibat trekking organizer bodong yang dipesannya. Beberapa saat dia terkatung-katung di bandara. Sampai tanpa sengaja Idan bertemu dengan seorang cewek di bandara yang membuatnya sedikit adu mulut, karena ia beranggapan kalau cewek itu sudah mencampuri urusannya.
Cerita mulai seru ketika Idan yang telah sampai di sebuah penginapan, harus bertemu kembali dengan cewek yang sempat bertengkar dengannya di bandara. Namanya Lika. Dia seorang mahasiswa mapala yang kebetulan ayahnya pemilik dari penginapan dan trekking organizer di Senaru. Dan, sudah bisa dipastikan, petengkaran kecil kembali hadir di antara mereka.
Singkat cerita, akhirnya Lika menjadi pemandu bagi pendakian Idan ke Rinjani. Bisa dibayangkan kan pendakian akan seperti apa jika dua orang yang awalnya terlibat pertengkaran harus bersama? Yuk, ah! Langsung jemput aja novel ini di tobuk.
***


Seperti biasa, saya mendapatkan novel ini berkat mengikuti kelas di salah satu kelas online. Ini merupakan salah satu seri YARN yang belum saya baca. Sedikit banyak tahu tentang isinya dari hasil tanya jawab dengan penulis di kelas saat itu. Saya pikir ini akan menjadi novel yang membosankan karena isinya tentang pendakian dan segala tetek-bengek yang berhubungan dengan lokalitas Lombok. Jujur saja, otak saya agak mampet kalau harus disuruh membaca tulisan-tulisan yang berhubungan dengan adat dsb—yang ini jangan ditiru, ya!—ternyata, oh, ternyata ... saya salah! Novel ini benar-benar amazing! Sungguh, saya tidak sedang mengada-ada. Novel ini memang bukanlah novel roman dengan segala kerumitan percintaan seperti pada umumnya. Di sini, penulis lebih banyak menuangkan tulisannya berupa kegiatan mendaki gunung dan segala tentang isinya. Mulai dari keeksotisan gunung Rinjani, danau Segara Anak, air terjun Sendang Gila dan Tiu Klep, dan masih banyak lagi.
Meski begitu, membaca novel ini sama sekali tidak seperti membaca Mbah Google hehe. Semua penjelasan tentang setiap tempat dan sejarahnya, masing-masing dituliskan dengan gaya bercerita yang tidak kaku dan terkesan translate. Seluruhnya murni dan mengalir seperti apa adanya. Sama sekali tidak memaksakan. Oya, ada satu kalimat yang saya suka di sini:

“Aku belum siap untuk mencemburui gunung, hutan, tebing, jurang, burung-burung, edelweiss, dedaunan, dan masih banyak lagi, bila aku jatuh cinta pada seorang pecinta alam.” (Summit hal 147/148)

Membaca kalimat itu, rasanya ada sesuatu yang berderak-derak di hati #eeaakkk #lol. Tapi, buat pembaca sama sekali jangan khawatir. Novel ini tidak akan membuat kalian menguap-nguap, kok. Gaya bertuturnya benar-benar ngalir, enak dibaca, dan ... di akhir-akhir menuju ending, ada beberapa kejadian yang bikin kalian bakalan senyum-senyum kayak saya :D bisa dibilang ini adalah sedikit bonus buat pembaca yang menginginkan sedikit sisi roman dalam novel ini hihi ... penasaran? Buruan, deh, jangan ragu-ragu buat jemput neh novel.

Terakhir, buat Kak Peringga, terima kasih udah kasih novel ini buat saya. Jadi makin penasaran dengan tulisan-tulisan Kakak yang lain. Btw, Tian pacar barunya Yona itu si Agustian, bukan, sih?—skip.


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2025 BLOG SUKA-SUKA - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -